Tampilkan postingan dengan label Motivasi menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi menulis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Parah

http://homehow.net/wp-content/uploads/2010/04/White-Beach-Home-Design-with-Small-Garden-l-Library-Room.jpg 
http://homehow.net/wp-content/uploads/2010/04/White-Beach-Home-Design-with-Small-Garden-l-Library-Room.jpg

Percuma rajin beli buku kalau cuma untuk dikoleksi, bukan untuk dibaca.

Rasanya inilah penyakit yang terparah pada diriku di awal tahun ini.
Berharap penyakit yang satu ini cepat sembuh.

Padang, 16 januari 2013

Selasa, 25 Desember 2012

Body Language: cermin akan sebuah perasaan

Teman... jika ada orang yang suka kepadamu apakah yang kau perhatikan?
1. Kata-katanya yang mampu membuat kau terbang kelangit ketujuh? atau
2. Bahasa tubuhnya? 

Hehe... jawab sendiri ya???

Tenang teman, ini bukanlah postingan tentang aku yang sedang galau dimabuk cinta. Tapi sedikit banyaknya tulisanku kali ini ada hubungannya dengan kalimat intro ku diatas.

Sudah-sudah... jangan berasumsi macam-macam dulu. Monggo dibaca tulisanku selanjutnya agar kau mampu menyimpulkan inti dari pembicaraanku.

one... two... three...
Ready?
Let's go! 

Bahasa tubuh... teramat mudah bagi kita ya membaca bahasa tubuh orang. Orang yang gerogi bakalan terlihat dari bahasa tubuhnya, marah, malu-malu dan bahkan jatuh cinta.
Sudah-sudah, kau jangan begitu teman. Sekali lagi ku tegaskan ini bukanlah postingan mengenai CINTA.

Nah, karena bahasa tubuh itu mampu mencerminkan perasaan yang terpendam dalam diri seseorang, maka dia berperan sangat penting sekali dalam berkomunikasi teman. Bahasa gaulnya kita mungkin menganal istilah body language untuk bahasa tubuh ini ya. Sekitar 55%* berhasilnya kita dalam berkomunikasi dipengaruhi oleh bahasa tubuh. Wah, besar juga presentasenya ya teman-teman? Mau tau kenapa bahasa tubuh memberikan pengaruh yang paling besar dalam berkomunikasai?


Pertama, karena bahasa tubuh adalah bahasa yang paling jujur. Bahasa yang tidak bisa bohong. Bahasa yang akan mencerminka perasaan seseorang yang sesungguhnya. 
Kedua, karena bahasa tubuh adalah bahasa yang sulit dimanipulasi. Misalnya, kita lagi marah, maka secara langsung wajah kita juga akan berupah menjadi geram dengan mata yang melotot penuh kesal. Nah,sungguh tidak mungkin dan sulit ya, kita merubah raut muka kita ketika lagi marah dengan tersenyum? So, karena itulah mengapa bahasa tubuh itu sangat penting dalam berkomunikasi. 

Teman, jika dibawa kepada konteks pembelajaran. Maka bahasa tubuh juga akan menempati posisi yang sangat penting. Mengapa? karena suksesnya kegiatan belajar mengajar itu juga dipengaruhi oleh bahasa tubuh sang pendidik. Nah, karena bahasa tubuh kita mencerminkan hal yang terpendam dalam diri kita. Maka kita harus mampu mengontrol emosi kita agar bahasa tubuh yang diterima oleh siswa mengenai kita adalah bahasa tubuh yang positif.

Misalnya begini teman. Sebagai manusia biasa tentu kita memiliki emosi-emosi berbeda setiap saatnya bukan? dan emosi-emosi kita itu akan tercermin melalu bahasa tubuh kita. Sebagai seorang gurupun kita tentu  begitu. Emosi kita akan berubah setiap saatnya. Siswa yang meribut ketika kita menerangkan pelajaran tentu juga bakalan mempengaruhi emosi kita. Kita bakalan menjadi kesal olehnya dan bentuk kekesalan kita itu akan terpancar dari bahasa tubuh kita. So, kesimpulannya apa? agar bahasa kita selalu diterima baik oleh siswa-siswa kita, kita harus mampu mengendalikan atau memanipulasi emosi kita. Sehingga ang diterima oleh siswa-siswa kita adalah bahasa tubuh yang positif.

* sumber data: materi presentasi dari seorang pemakalah disebuah workshop
**sumber gambar: http://aljazira-sport.com/wp-content/plugins/smart-youtube/emotions-faces-for-children-6119.jpg

Sabtu, 15 Desember 2012

It's All About Love


Ehm...
Sebenarnya agak sensitif neh bahas topik yang satu ini. Tapi gak apa-apa juga sih biar jadi bahan renungan dan pelajaran bagiku dan kita semua. 


Masih terkait dengan keberangkatanku ke Diniyah Putri (DP). Di hari-hari pertama aku berada disana sungguh banyak sekali sentilan-sentilan pertanyaan yang mereka ajukan kepadaku. Maklumlah, sesama cewek emang begitu. Akupun tak terlalu merasa risih dengn pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan tersebut karena genre kami sama. Alias sama-sama perempuan.

Salah satu pertanyaan yang sengaja ku angkatkan kesini di tulisan ku ini dan salah satunya yang berkesan dalam ingatanku adalah mengenai "cinta".
Ehm... Ehm... Ehm... 
Ups, sorry ada yang batuk nih dengar kata-kata "Cinta"

Yups, itu aku yang lagi batuk. Hehehe. 
Bagaikan menelan batu ketika toipk tentang cinta itu mereka ajukan kepadaku. Dengan nanda penuh ingin tahu mereka berkata "kak, udah pernah gak jatuh cinta?"

Gubrak deh...
Ini pertanyaan atau apa sih?

Karena kupikir itu adalah pertanyaan umum maka dengan tegas ku jawab "pernah". Nah... setelah itu mulai deh aku bercerita.

"Sebagai manusia normal yang di anugerahi perasaan cinta tentu kakak juga pernah jatuh cinta. Namun jatuh cinta disini dalam konteks apa dulu. Kakak pernah baca sebuah buku, kalau gak salah buku Jalan Cinta Para Pejuang, disana dijelaskan mengenai persaan cinta Ali sama Fatimah anaknya Rasulullah. Sungguh Ali dan Fatimah adalah manusia mulia yang menempatkan cinta pada tempatnya. Ali yang sahabat Rasulullah itu tengah memendam cinta kepada Fatimah semenjak lama. Dan kakak rasa adek-adek juga tahu, bahwa Ali tak pernah mengungkapkan perasaan cintanya kepada Fatimah. Hingga pada suatu hari ada beberapa sahabat datang kepada Rasulullah ingin meminang dan memperistri Fatimah. Dan Ali hanya beranggapan bahwa memang lelaki, sahabat-sahabat Rasulullah yang datang kepada Rasulullah itu adalah lelaki baik-baik yang tepat untuk Fatimah. Namu apa? sungguh diluar dugaan. Jikalau Allah telah menetapkan jalan Cinta kita, semuanya terasa indah pada waktunya. Yup, itulah bentuk kekusaan Allah. Akhirnya Cinta Ali dan Fatimah bertemu dalam sebuah ikatan pernikahan. Mereka adalah contoh bagi kakak dan kita semua sebagai bentuk sebaik-baiknya orang yang tengah jatuh Cinta."

Sudah... kurasa terjawab sudah pertanyaan mereka atas diriku "pernahkah kakak jatuh cinta?"

Sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXjhQ79HbJqjuca4JaNLkIVNn9QbjcXWTMYGRQP-CV1F8ydYygaFwaDj0Ru1nRKbhut6OnC_oCg-GgZ0rO58QyWy2zFtpYsUyMS10-nlgZ_G7de5TXKZRbly7MfXHCQHyoHjU7cprUxR6d/s1600/Cloud-Endless-Love-Wallpaper.jpg.


Rabu, 17 Oktober 2012

Keep Writing

Pa kabar teman?
Barusan aku cek di webnya OSD. Ternyata tulisanku belum lulus final. Never mind :) masuk semi finalpun bagiku sudah merupakan sebuah prestasi bagi seorang pemula sepertiku.

Selamat ya untuk teman-teman yang tulisannya masuk final :)

Link nya dibawah ini :)

http://okisetianadewi.co.id/id/artikel/pengumuman/262-finalis-lomba-menulis-setiap-yang-bernyawa-akan-kembali-kepadanya

Selasa, 16 Oktober 2012

Our Love

Cinta...
Cinta itu tak selalu diungkapkan dengan kata-kata mesra.
Bagiku, terkadang marah, kesal juga termasuk cinta.
Ah...
Alangkah indahnya hidup ini karena saling mencinta.
Kau dan aku 
Punya cara tersendiri untuk mengungkapkan cinta kita.
 Ah...
Betapa indahnya cinta kita.

Note: kita mungkin saling bertengkar, dan pernah marah. Tapi semua itu karena kita Cinta satu sama lain. Thank you for being the special gift in my life.  
 
 http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/cartoons/2012/6/18/1340009508811/brother-and-sister-fighti-008.jpg



*Sumber Gambar:  http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/cartoons/2012/6/18/1340009508811/brother-and-sister-fighti-008.jpg

Yes! New Book!!!

Tadi pagi, aku iseng-iseng aja ke kamar Uni. Eh, tau-taunya aku nemuin buku baru di rak bukunya. Tanpa minta izin ke dia buku itu udah berada di tanganku. Awalnya aku sempat merasa bersalah sih, karena meminjam punya orang tanpa sepengetahuannya.

Akhirnya, malam harinya pas Uni dah pulang kerja aku beranikan diri ngomong ke dia kalau aku tadi pinjam bukunya. Karena bukunya bagus dan aku gak tahan lagi karena mau membacanya.

Eh....
Tak disangka Uni malah bilang dengan santainya "Ambil aja aku belin buku itu untuk kamu kok" Waaaah, Thank You Uni :)

Awalnya aku berfikir kalauUni bakalan marah sama aku karena mengambil barangnya tanpa izin. Ternyata, buku itu hadiah dari Uni untukku.

Makasih Ni, Uni tau apa yang aku butuhkan.

Tara... ini bukunya teman :)
http://photo.goodreads.com/books/1346249211l/15865291.jpg 
 Senang Sekali dapat hadiah buku :)

* Uni : Kakak
** Sumber gambar : http://photo.goodreads.com/books/1346249211l/15865291.jpg

Selasa, 09 Oktober 2012

Sebuah Permulaan

Teman... Gimana kabarnya pagi ini?
Mudah-mudahan sehat selalu ya :)

Teman...
Lebih kurang sebulan yang lalu aku kirimkan tulisanku untuk ikut lomba menulis yang diadakan oleh Oki Oetiana Dewi (OSD) dkk.

Alhamdulilah, pengumumannya sudah keluar. Alhamdulillah, tulisanku lulus semi final. Masih ada penyisihan untuk menjadi finalis. Setidaknya, ini adalah awal bagiku untuk menulis.

Lihat disini :)
http://www.okisetianadewi.co.id/en/article/clipboard/253-semifinalis-lomba-menulis-#section-komento



"jikalau jihadnya Rasulullah adalah dengan pedang, maka jihadku adalah dengan tulisan" 
-My Thought-

Renungan:
Seindah-indahnya kata manusia yang mampu menyayat hati orang yang membaca dan mendengarnya. Maka yang paling indah adalah bahasa-Nya. Tak ada yang mampu menyaingi indahnya bahasa sang khalik.

Rabu, 03 Oktober 2012

Alampun Menangis Atas Kepergian Anak Manusia



Padang, 2011

Pagi ini, di kotaku matahari mulai menampakkan sinarnya yang berwarna kuning keemasan. Awalnya, dia agak mengintip malu-malu ke permukaan bumi, kemudian dia memberanikan dirinya keluar dari peraduannya. Seolah-olah tampak bagiku bahwa dia enggan bangun untuk menyinari bumi. Kalau saja bukan karena tugasnya, dia gak bakalan terbit menyinari bumi. Dia akan memilih untuk beristirahat di peraduannya dan mengatakan kepada malam untuk selalu menyelimuti bumi dengan kegelapan. Atau… dia akan menyuruh awan untuk menutupi sinarnya dan berharap ia akan menurunkan hujan sehingga dia bisa tidur dengan nyenyak di balik tebalnya onggokan awan.
Nah itu dia. Sekarang sang matahari sudah menampakkan keseluruhan badannya di ufuk timur. Sekarang dia sedang berdekatan dengan bukit-bukit yang menjulang tinggi ke langit, dan dia berada diatas bukit-bukit itu. “Hai, Selamat Pagi”.  Dia seolah-olah menyapaku.
***
Geraaah...
Tengah hari begini matahari semakin bersemangat melaksanakan tugasnya. Dia membuatku kepanasan. Tak apa... aku senang dengan cuaca cerah begini. Kemudain terdengar kumandang azan zuhur di masjid kampus ku. Dan matahari semakin bersinar dengan terikknya. Dia seolah-olah menyapaku lagi dengan panas teriknya dan mengatakan "shalat…ayo shalat zuhur”.
Setelah selesai shalat zuhur. Ku tak meraskan lagi panas matahari yang terik. Kemudian ku lihat ke atas, matahari tak tampak lagi. Hanya ada ongokan-onggokan awan kelabu yang membuat siang itu menjadi gelap bak senja hari. Huft...Sepertinya dia enggan untuk menyinari bumi… kurasa begitu… ah, entahlah... matahari kau  pengecut (gumamku dalam hati).
Ya, sudahlah, dengan berat hati, kulangkahkan kaki ku ke jurusn walaupun tanpa ditemani panasnya terik matahari. Kalau saja bukan karena diskusi, aku lebih memilih pulang dan mengerjakan tugas-tugas kuliah yang segunung banyaknya.
 Di perjalananku menuju jurusan, rintik-rintik air hujan mulai jatuh membasahi bumi dan mengenai pipiku. Huft... matahari kau pengecut... kau biarkan hujan mengguyuri bumi, dasar pengecut. (gerutuku dalam hati). 
Tik… tik…tik… gerimis pun mengundang hujan… 
***
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCSFVPDk2oYpYkdC878V9TaOYXlF6_P17Kvg9OFO7-qQHQ3zyv7EZvO2vnF5qIGqRbERZmO064KSj27zWsGNj5l0IcRiK9TDxlT-pNx2600pyUUSNN0Asq-XFh-CResYm6_YnfVJ7V_Es/s1600/free_rain_wallpapers_photos8.jpg 
Sesampainya dijurusan. Tepatnya di balai-balai depan jurusan teman-teman kelompokku sudah pada ngumpul. Diskusipun berjalan dengan lancar walaupun hujan turun semakin deras.
Kemudian….
innalillahi wainna ilahiraji’un”
 Kata salah seorang teman  kelompokku yang waktu itu tengah mendapatkan SMS dari temannya. Ada apa? Kataku, Anti dan Febi menimpali. Ibu Kiki teman angkatan kita meninggal. Kata temanku itu. Kapan? (Kataku)… habis zuhur tadi.  (suasana pun menjadi haru dan ada beberapa teman yang menangis). Begitu juga dengan suasana hatiku, hatiku kelabu seperti cuaca hari ini. Sontak ku terdiam. Seolah-olah tidak percaya dengan berita yang di sampaikan temanku itu. Ku coba menahan air mata yang hendak keluar. Ku tahan, dan terus ku tahan. Akhirnya dadaku sesak, dan ku tak mampu lagi menyeka air mataku yang turun yang sama lebatnya dengan hujan siang ini.
Dalam diam tangisku, ku dongkakkan kepalaku ke atas langit. Mencoba melihat adakah matahari yang mencoba mengintip di balik awan yang kelabu. Ah… nihil… yang ku temukan hanyalah onggokan-onggokan awan kelabu yang masih menutupi matahari. Matahari, ma’afkan aku, ma’afkan aku yang telah berburuk sangka kepada mu. Kau bukanlah si pengecut, kau adalah matahari yang sangat pemberani dan berjiwa besar, kau hanya mencoba mengalah karena awan hitam yang tak sanggup menahan  tangisnya, bukan? (ucapku di dalam hati ketika derasnya air mata yang bercucuran membasahi pipi). 
Ya Allah…  hati ku jadi bergetar… ku jadi ingat ibu ku… ah… andaikan itu aku, rasanya aku gak bakalan sanggup. Disaat sedang kuliah, tiba ada telpon dari rumah yang mengabarkan ibunya telah berpulang. Ah… sungguh aku tak sanggup ya Allah.
 Mungkin ini adalah ujian buat temanku ini, Allah lagi menguji nya. Ya… setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kita yang hidup di dunia ini tentu suatu saat nanti akan merasakan kematian. “Kullu nafsin dzaiqotul maut”. Mungkin ini juga peringatan untuk kita semua agar menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua.
Kita akan merasakan seberapa berharganya seseorang bagi diri kita setelah dia meninggalkan kita ”.
Masa tugas ibu temanku tersebut sudah habis. Sekarang dia kembali ke pada Tuhan yang telah menciptakannya. Saat itu juga, ketia ruh dicabut dari raga hilang sudah kesempatan untuk beramal. Tak ada lagi kesempatan untuk berbuat baik. Semua pintu untuk beramal sudah ditutup. Hanya do’a anak yang saleh dan saleha yang mampu menolongnya di alam barzakh sana. Mengenai hal ini aku jadi teringat dengan sabda Rasulullah yang berbunyi:
“Jika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara. Sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang saleh” (HR. Muslim)
Ah… air mataku semakin bercucuran. Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benakku saat itu. Apakah aku sudah menjadi anak yang saleh? Sehingga do’aku bisa menjadi penyejuk bagi orangtuaku ketika dialam barzakh sana? Apakah aku siap dengan ujian Allah yang tentunya juga akan meninmpaku suatu saat nanti? Ketika Allah berkehendak mengambil nyawa ayah dan ibuku? Apakah kami anak-anak mereka mampu melaksanakan tugas kami sebagai anak untuk men-shalatkan mereka ketika mereka telah tiada?
Hitam… sungguh hitam kelam hari di siang ini. Alam seolah-olah menangis ketika mendengarkan berita bahwa seorang anak manusia, seorang ibu dari temanku telah berpulang menghadap Rabb-Nya.
Pikiran ku melayang lagi. Aku… ketika nyawaku sudah dicabut, akankah alam semesta ini juga akan turut menangisi kepergianku? Ataukah jagad raya ini bersorak gembira karena kepergianku? Astaghfirullahaladziim.
Aku jadi teringat akan sebuah ungkapan yang lebih kurang isinya begini: ketika engkau lahir, kau menangis. Sedangkan orang disekelilingmu tersenyum. Ketika kau meninggal kau tersenyum. Sedangkan orang disekelilingmu menangis. Subhanallah…
“Ya, Allah, jadikanlah hamba ketika hamba tiada orang di sekeliling hamba menagisi kepergian hamba. Sedangkan hamba tersenyum melihat indahnya pertemuan dengan-Mu”
Semua Hening…
Sendu…
Hanya air mata yang menetes deras sederas hujan siang itu.
***
Padang, 2012
“Pagi!!”… sapa sang mentari kepada ku ketika ku buka jendela kamar. Matahari, dia selalu bersemangat melaksanakan tugasnya. Aku jadi iri. Puasa-puasa begini dia masih tetap semangat. Ah… malu, malu sekali kalau aku juga gak sesemangat matahari. Sudah, dua puluh hari ku lewati puasa Ramadhan tahun ini. Selalu ku temui bahwa matahari melaksanakan kewajibannya, yaitu menyinari bumi dengan penuh semangat. Tak pernah ku temui awan kelabu yang hendak menurunkan hujan menutupi wajahnya di pagi dan siang hari. Tak seperti tahun lalu, ketika matahari mengalah demi awan kelabu yang hendak menumpkahkan dukanya. Dia mengalah demi awan kelabu yang tak mampu membendung tangisnya ketika anak manusia, ibu dari temanku meninggal dunia.
Gak terasa sekarang sudah sepuluh terakhir Ramadhan. Tepatnya sepuluh hari menjelang akhir ramadhan. Siang ini aku tengah sibuk membantu ibu di dapur. Maklum, selama libur Ramadhan aku selalu menjadi asisten masak ibu.
Wah…ibu curang nih. Aku lagi sibuk-sibuknya kerja di dapur ibu malah asik nelpon di ruang tamu. Kataku di dalam hati ketika mendengar bunyi percakapan ibu di ruang tamu. Ah… ibu. Siapa yang nelpon bu? Tanyaku setelah ibu selesai nelpon. Itu kak El. Ooo… jawabku menimpali. Kak El adalah anak kakak Ayah. Nah lo, kenapa mata ibu memerah? Tanyaku lagi. Itu nenekmu, orang tua papa meninggal.
 Innalillahiwainnailahi raji’un.
Tak kuasa ku tahan tangisku. Selalu. Selalu begini, aku selalu menahan tangisku ketika ada orang di sekelilingku. Coba kalau aku tengah di kamar sendirian, tak ada istilah tangis yang di tahan. Lagi-lagi, kejadian setahun yang lalu terulang kembali. Matahari ditutupi oleh awan kelabu. Mataharipun mengalah ketika awan tak sanggup membendung tangisnya mendengar berita langit bahwa anak manusia, orangtua dari ayahku meninggal dunia.
Selama Ramadhan, tak pernah terjadi hujan di tengah hari. Sekarang, semua itu terjadi. Persis seperti kejadian tahun silam.
***
Alhamdulillah. Ucapku dalam hati usai nenek dimakamkan hari itu juga. Alhamdulillah ya Rabb. Beliau meninggalnya pada hari jum’at. Ya hari ini, ketika berita duka itu datang adalah hari jum’at. Insyaallah Husnul khatimah. Amiiin... Syukurku.
Wallahualam bhissawab…hanya Allah yang berhak menentukan. Adapun menurut Al-Imam Al –Albani, salah satu tanda husnul khatimah adalah: Meninggal pada malam atau siang hari jum’at. Seperti sabda Rasulullah S.A.W:
Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari jum’at atau malam jum’at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi)
Fitnah kubur disini diartikan sebagai pertanyaan kubur. Pertanyaan yang di lontarkan malaikat ketika dialam kubur.
***
Hujan...
Bagiku hujan adalah sebuah pertanda bahwa Alam yang sedang menangis. Tak jarang kutemui, setiap ada berita duka, mengenai orang meninggal hari pasti selalu hujan. Bagiku, hujan adalah bukti bahwa Alam menangisi kepergian seorang hamba menju Rabb-Nya. Wallahu’alam.
Hari ini, aku banyak belajar. Merenung tentang hidupku. Merenung bahwa aku juga akan mengalami hal yang sama suatu saat nanti. Saat dimana aku tidak mengetahui kapan datangnya ajal. Hidupku, amal ibadahku masih jauh dari sempurna. Aku iri, melihat orang-orang yang dimudahkan Allah ketika akhir hayatnya. Berharap aku juga bisa seperti mereka suatu saat nanti, ketika aku menghadap Rabb-ku di penghujung usiaku. Berharap bahwa aku di tempatkan bersama dengan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah di akhirat nanti.
Berita duka bagiku adalah sebuah pelajaran yang hendak disampaikan oleh Allah kepada hambanya yang masih hidup. Sebuah peringatan bahwa hidup itu hanya sebentar. Sebuah peringatan bahwa aku, kita manusia untuk selalu ingat akan mati dan memepersiapkan pertemuan dengan Allah dalam keadaan yang sebaik-baiknya. Sebuah peringatan bahwa tujuan hidup di dunia ini hanyalah sebagai hamba yang selalu menghambakan diri kepada Allah.
Aku, di akhir hayatku kelak berharap satu kata yang terlontar dari mulutku yaitu kalimat: lailla haillallah. Amiin. Tentu kita semua juga mempunyai harapan yang sama. Semoga Allah memperkenankan kita berucap kalimat lailla haillallah di akhir hayat kita. Amiiin.
Terimakasih ya Allah, engkau telah memberi hamba pelajaran melalui kematian.

*tulisan ini diikut sertakan dalam lomba menulis 
"Setiap yang bernyawa pasti mati-OSD" 


**Sumber gambar: http://2.bp.blogspot.com/_8H0ken3wwtE/TCHLLcpJg7I/AAAAAAAAUDo/KqyftUK3UzI  /s1600/free_rain_wallpapers_photos8.jpg

Sabtu, 15 September 2012

Padang Panjang

Padang Panjang.  

    



 







Teman, bagaimana menurut kalian gambar diatas?
Pemandangannya hijau bukan??
Gambar diatas adalah gambar jalan yang akan kita lewati dari kota Padang kalau mau ke padang panjang :)

Di Sumaterra Barat, kota yang mendapatkan tempat dihatiku adalah kota Padang Panjang. Kotanya yang asri dan banyak tumbuh-tumbuhan hijaunya membuatku jatuh hati dengan kota ini. I love the green view so much. I love the green view of Padang Panjang.   

I'll go there insyaallah. Tentunya dalam rangka belajar-mengajar. Mudah-mudahan ketika belajar-mengajar disana nanti aku bisa mendapatkan sesuatu yang baru.

Can't wait any longer. See u soon Padang Panjang.


*Sumber gambar: 
1.http://www.108csr.com/photo/uploaded_files/1330419888-2802-waspadai-longsor-kota-padang- panjang.gif 
2. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIuoPnLE9kgGwMcUDxgboMjIvsVXpkjQRh7lOrP223s3EtDwnqjJlRT0PZc1FjFY88AqGZKew33iO9OG5NAL3_pzR2sI5ZZqFHeaXZYU7m7qd2Uby9EiUKOCE-xGCi0Ub2SWNxHxaV4h0/s1600/Kota+Padang+Panjang+20.jpg


Selasa, 10 Juli 2012

DIA MENCURI PERHATIANKU


Aku punya sebuah cerita. Cerita ini benar adanya. Cerita ini mengenai salah seorang murid di tempatku melakukan PL.  Ku tak kenal namanya, namun setiap kita berpapasan dia selalu menyapakau dengan panggilan “buk”. Aku selalu memperhatikannya setiap kali kita bertemu. Karena Siswa ini agak berbeda dari siswa-siswa yang lainnya. Siswa ini menarik perhatianku. Sungguh… Karena itu izinkanlah aku bercerita kepadamu teman, mudah-mudahan ada hikmah yang kita peroleh dari ceritaku ini.
***
Setiap aku piket, aku selalu bertemu dengan siswa itu. Selalu ada sesuatu yang dipegangnya. Kain berwarna pink yang sangat menarik perhatianku. Apakah itu? Ku perhatikan lekat-lekat, nampaknya itu adalah perlengkapan shalat. Ya, barangkali itu adalah mukenah. Dan barang kali dia hendak melaksanakan shalat. Eits… tunggu dulu… ini kan bukan waktu nya shalat zuhur…
Kulihat jam… masih jam 10 WIB!!
Suhanallah…
Pada jam pelajaran, anatara jam 9 atau 10 pagi, dia selalu menyempatkan dirinya kemushala untuk menunaikan shalat dhuha. Disaat teman-temannya yang lain tengah belajar, namun dia rela meninggalkan 10 atau 15 menit jam pelajarannya untuk menunaikan ibadah.
Sungguh langka...
Dia tidak hanya menghabiskan waktumu hanya untuk mengasah otak, tapi dia juga meluangkan 10 atau 15 menit jam pelajaran untuk mengasah ruhaninya.Hanya 1 dari sekian banyak orang yang mempunyai pribadi langka seperti ini. Terkususnya bagi siswa SMA, ketika yang lebih banyak diasah adalah kemampuan kognitif dibandingkan Ruhani ternyata masih ada pribadi langka seperti ini. Dia selalu menemui tuhannya ditengah-tengah kesibukannya.
***

* Sebuah pelajaran yang ku dapat ketika PL

Senin, 11 Juni 2012

Empat sekawan sebut saja ”empat serangkai”

Empat sekawan sebut saja ”empat serangkai”

Ini adalah empat serangkai versiku. Bukan mereka yang memberi nama, tapi aku yang member nama ini untuk mereka. Iseng aja kasih nama ini untuk mereka. Habis mereka selalu bersama-sama pada saat momen yang sama: shalat zuhur. Setiap azan zuhur berkumandang, pasti ku temui mereka berempat akan pergi ke mushala untuk menungaikan shalat zuhur. Kita (mereka dan aku) selalu berpapasan dimeja piket. Dan mereka selalu memanggilku dengan panggilan... Miiiiiss (dengan agak dipanjangkan pada bunyi “i”)
Salut buat mereka!! 

Inilah keunikan yang ku dapati dari mereka. Walaupun di kelas mereka gak selalu berempat. Ke kantinpun mereka gak selalu berempat. Tapi, pas shalat zuhur, mereka pasti selalu berempat-pergi ke mushala.
Empat serangkai versiku untuk mereka: empat siswa cowok XI IPA 1 (Boby, Iqbal, Azri, Latif)