Senin, 31 Desember 2012

New Year: 2013

Yeay...
2013 is already comming...

Let's make our dreams come true...
New Year, New SPIRIT!!!

http://www.gramedia.com/images/preview/9786020025704

Sebuah kutipan ayat Al-qur'an yang ku dapatkan dari bacaan diatas. Semoga bermanfaat :)

"wahai seluruh manusia, kamulah yang butuh kepada Allah, dan Allah, Dia yang maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji." (QS. Fathir (35):15)

So, maksudnya?
Ya, seberapapun kita lupa kepada Allah, tidak mengingatnya saat bangun pagi, makan, aktifitas sehari-hari, bahkan dalam waktu shalat 5 waktu sekalipun, itu sungguh tidak berpengaruh terhadap Allah. Dia tidak bakalan bersedih dan berkecil hati atas perlakuan kita terhadap-Nya tersebut. Namun, kitalah yang merugi.

*Mengawali tahun baru dengan bacaan yang bermanfaat. Edisi memuhasabah diri.

Kamis, 27 Desember 2012

Zemburat Jingga

Lampu-lampu mulai menerangi sisi gelap jalanan. Pintu-pintu rumah penduduk satu-persatu mulai tertutup. Setiap orang yang melewati jalan ini berjalan dengan penuh keterburu-buruan. Bak dikejar hantu. Begitulah aku melihatnya. Sebentar lagi, zemburat jingga di ufuk barat sana bakal berganti dengan warna kelam kelabu. Sungguh perpaduan warna yang indah. Jinga, biru dan putih bersatu membentuk perpaduan warna yang harmonis. Ah... syukurlah hari ini aku masih bisa menatap indahnya lukisan alam ini. Ucapku penuh kesyurkuran di dalam hati.

Namun, tampaknya aku adalah sebuah kutub magnet yang berlawanan jika diibaratkan dengan orang-orang yang berjalan dengan penuh keterburuan bak dikejar hantu itu. Aku, langkahku, malah melambat bak siput berjalan. Melongo, terpesona, entah apalah namanya, ketika menyaksikan keindahan perpaduan warna di ufuk barat sana. Agaknya bukan aku saja yang tersihir oleh keindahan alam itu. Seorang teman yang berjalan disampingku tengah menyandang tas ransel hitam ternyata juga tengah menyaksikannya dengan seksama.




 "Eh, coba lihat awan yang itu deh. Mirip kelinci kan?" Kataku membuka pembicaraan. Kemudian diapun melihat awan yang ku tunjuk itu. Selanjutnya diapun menimpali.


"yang di sebelahnya mirip kuda, coba deh kamu lihat".



"oh... iya". jawabku membenarkan tebakannya. Kuperhatikan sepertinya dia makin bersemangat dengan permainan tebak-tebakan ini. Dapat ku lihat dari senyuman tipis yang tersungging dari bibirnya.

"Dulu, waktu aku masih kecil, aku sering bermain tebak-tebakan bentuk awan ini dengan kakakku". Imbuhku, ketika dia lagi sibuk-sibuknya berusaha menemukan gambar-gambar yang dilukis oleh onggokan awa-awan itu.


"benarkah? tanyanya dengan penuh keingin tahuan. "pasti menyenangkan ya?" katanya lagi.

"hu uh, jawabku"

"eh... coba deh lihat awan yang tepat diatas kepalamu itu, bukankah itu mirip TOGA?" kataku.

"mana, yang beneran aja deh kamu" katanya setengah tidak percaya.

"hahaha... beneran" kataku kepadanya sambil tertawa dengan lepas. Raut mungkanya mulai berubah sumringah seolah-olah tak percaya bahwa ternyata awanpun bisa membentuk gambar TOGA.

"itu berarti sebuah pertanda loh bahwa awanpun juga mendo'akan kamu biar kamu cepat wisuda, maret 2013  menunggu" kataku padanya. Ku perhatikan lagi. Kudapati wajahnya penuh dengan semangat. Kemudian dia menunjuk kesebelah kirinya. "nah, lihat yang itu, bukankah awannya mirip benua EROPA" imbuhnya kepadaku.

"ah, mana? ngasal deh kamu" jawabku tak percaya.

"bebeneran... dan kamu tahu artinya apa? ternyata awanpun juga mendo'akan kamu bisa lanjut s2 ke sana"

"Amiiiin... "jawabku.

Kamipun tertawa dengan begitu lepas. Dan untung saja tak ada satupun orang yang berjalan disekitar kami saat itu. Azan maghrib sudah berkumandang kamipun semakin mempercepat langkah yang tadinya melambat.

"kejar aku" kataku padanya.

"oke" jawabnya penuh semangat.

Kamipun saling kejar-kejaran menuju Masjid terdekat untuk melaksanakan shalat. Sungguh senja yang indah.

NOTE:
Cerita diatas hanyalah imaginasi dariku ketika tengah menyaksikan indahnya lukisan alam disore  hari. Beberapa menit menjelang maghrib.

Padang, 26 Desember 2012
Keika sang raja siang sudah mulai berlabuh keperadunnya dan digantika oleh raja malam yang penuh dengan kegelapan dan kedamaiannya itu. 

Sumber gambar:
1. http://pcdn.500px.net/6896456/1e1c39ba22c81af9869bfc69239d07ceb307762c/3.jpg
2. https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQlsK1BJePbUkpfYEjdkYf9g-MJnxFv5EiiUlTh8rrAm-ptHUpREQ
3. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcN5AZVbgr2rEzxkKmfohhRLTBGL_d85N8mx3k3k3lWRRijXQaLhrSX46V5e0BRTQwryulEfeldNc0iTQmujZNL7N9x_CpBdHty8mMuL4ZF2PqeN35C71p8R0Dn2f72YdZGvj9_pQs1wc/s1600/awan_kuda.jpg

Rabu, 26 Desember 2012

Random 1

Sore tadi aku menyempatkan diri ke Gramedia dengan niat pengen beli buku sekaligus refreshing. Selalu, hal yang ku suka berada di sini adalah bau buku. Eits... tunggu dulu, tak seperti biasanya sore ini pengunjung begitu ramai. Mungkin karena hari libur kali ya?. Ada yang pergi dengan keluarga, teman, pasangan, dan ada juga yang sendirian seperti aku. Hehehe...but I enjoy it actually.
 ***
Seorang anak laki-laki SD berdiri desebelah rak buku bertuliskan buku baru setengah berteriak kepada Ayahnya tengah mencuri perhatianku. Oh, ternyata dia pergi bersama Ayah dan Ibunya, dan dua orang adek perempuannya. "Ayah, kesini dong yah, ada buku bagus ni" ucapnya kepada sang Ayah yang berada di seberangnya. Begitu bersemangatnya dia menunjukkan buku yang dibilang bagus itu kepada Ayahnya. Selanjutnya, pandanganku tertuju lagi kepada tumpukan-tumpukan buku yang berjejer manis didepanku itu. 

Ah... lagi-lagi sebuah fikiran random muncul dibenakku. Betapa harmonisnya pemandangan yang ku lihat barusan. Ucapku pada dalam hati. Teman, kurasa kau juga setuju denganku bukan? Eh... bukankah menurutmu dengan mengajak anak-anak mereka ke toko buku secara tidak langsung kedua orang tua tadi tengah membudayakan kebiasaan membaca kepada putra-putrinya? Ya, aku setuju denganmu kawan. Tentu itu adalah suasana liburan yang menyenangkan. Bukankah menurutmu juga begitu?

Tak terasa jam telah menunjukkan pukul enam sore. Aku harus bersegera pulang. Eits... ternyata belum satupun buku ku dapat. Bergegas kupilih buku ang ingin ku bawa pulang dan... akhirnya, kutemukan juga. Tara... ini dia bukunya. The Perfect Muslimah: karangan Ahmad Rifa'i Rif'an dan Geliat Islam di Rusia: karangan M. Aji Surya.



Now, it's time to read.
Pikiran random lagi. Mudah-mudahan someday buku ku juga terpajang manis di toko-toko buku dan orang-orang membacanya. Who knows, right?

Padang, 24 Desember 2012

Selasa, 25 Desember 2012

Body Language: cermin akan sebuah perasaan

Teman... jika ada orang yang suka kepadamu apakah yang kau perhatikan?
1. Kata-katanya yang mampu membuat kau terbang kelangit ketujuh? atau
2. Bahasa tubuhnya? 

Hehe... jawab sendiri ya???

Tenang teman, ini bukanlah postingan tentang aku yang sedang galau dimabuk cinta. Tapi sedikit banyaknya tulisanku kali ini ada hubungannya dengan kalimat intro ku diatas.

Sudah-sudah... jangan berasumsi macam-macam dulu. Monggo dibaca tulisanku selanjutnya agar kau mampu menyimpulkan inti dari pembicaraanku.

one... two... three...
Ready?
Let's go! 

Bahasa tubuh... teramat mudah bagi kita ya membaca bahasa tubuh orang. Orang yang gerogi bakalan terlihat dari bahasa tubuhnya, marah, malu-malu dan bahkan jatuh cinta.
Sudah-sudah, kau jangan begitu teman. Sekali lagi ku tegaskan ini bukanlah postingan mengenai CINTA.

Nah, karena bahasa tubuh itu mampu mencerminkan perasaan yang terpendam dalam diri seseorang, maka dia berperan sangat penting sekali dalam berkomunikasi teman. Bahasa gaulnya kita mungkin menganal istilah body language untuk bahasa tubuh ini ya. Sekitar 55%* berhasilnya kita dalam berkomunikasi dipengaruhi oleh bahasa tubuh. Wah, besar juga presentasenya ya teman-teman? Mau tau kenapa bahasa tubuh memberikan pengaruh yang paling besar dalam berkomunikasai?


Pertama, karena bahasa tubuh adalah bahasa yang paling jujur. Bahasa yang tidak bisa bohong. Bahasa yang akan mencerminka perasaan seseorang yang sesungguhnya. 
Kedua, karena bahasa tubuh adalah bahasa yang sulit dimanipulasi. Misalnya, kita lagi marah, maka secara langsung wajah kita juga akan berupah menjadi geram dengan mata yang melotot penuh kesal. Nah,sungguh tidak mungkin dan sulit ya, kita merubah raut muka kita ketika lagi marah dengan tersenyum? So, karena itulah mengapa bahasa tubuh itu sangat penting dalam berkomunikasi. 

Teman, jika dibawa kepada konteks pembelajaran. Maka bahasa tubuh juga akan menempati posisi yang sangat penting. Mengapa? karena suksesnya kegiatan belajar mengajar itu juga dipengaruhi oleh bahasa tubuh sang pendidik. Nah, karena bahasa tubuh kita mencerminkan hal yang terpendam dalam diri kita. Maka kita harus mampu mengontrol emosi kita agar bahasa tubuh yang diterima oleh siswa mengenai kita adalah bahasa tubuh yang positif.

Misalnya begini teman. Sebagai manusia biasa tentu kita memiliki emosi-emosi berbeda setiap saatnya bukan? dan emosi-emosi kita itu akan tercermin melalu bahasa tubuh kita. Sebagai seorang gurupun kita tentu  begitu. Emosi kita akan berubah setiap saatnya. Siswa yang meribut ketika kita menerangkan pelajaran tentu juga bakalan mempengaruhi emosi kita. Kita bakalan menjadi kesal olehnya dan bentuk kekesalan kita itu akan terpancar dari bahasa tubuh kita. So, kesimpulannya apa? agar bahasa kita selalu diterima baik oleh siswa-siswa kita, kita harus mampu mengendalikan atau memanipulasi emosi kita. Sehingga ang diterima oleh siswa-siswa kita adalah bahasa tubuh yang positif.

* sumber data: materi presentasi dari seorang pemakalah disebuah workshop
**sumber gambar: http://aljazira-sport.com/wp-content/plugins/smart-youtube/emotions-faces-for-children-6119.jpg

Serpihan 2





Teman, kau tentu tahu bukan 3 amalan yang selalu mengalir pahalanya?
Yup... betul sekali.
Pertama, do’a anak yang sholeh,
Kedua, sedekah jahiriah,
Ketiga, ilmu yang bermanfaat.
***
Teman, izinkanlah aku bercerita mengenai  poin yang ketiga yaitu ilmu yang bermanfaat.

Cerita ini adalah mengenai guru SMA ku dulu. Awalnya, ku tak berniat untuk mempostingnya di sini. Tapi, setelah ku pertimbangkan ada baiknya bagiku untuk mempostingnya, dengan niat semata-mata hanya untuk menjadi pelajaran bagiku dan kita semua.

Beliau adalah guru Matematika di sekolahku  yang terkenal dengan kedatangnya yang lebih awal ke sekolah. Setengah jam sebelum bel masuk berbunyi Beliau telah berada di sekolah. Bahkan Beliau datang lebih awal dari penjaga sekolah, datang sebelum pagar sekolah dibuka. Dan tahukah kau teman betapa bersahajanya Beliau? Dia selalu naik angkot pergi kesekolah dan kemudian berjalan beberapa meter dari  pangkalan angkot menuju sekolah.

Dulu, waktu kelas 3 SMA, aku dan teman-temanku pernah les kerumah Bapak. Karena selain mengajar di sekolah, beliau  juga mengajar les dirumah. Karena pulang sekolah selepas zuhur maka kami (aku dan beberapa orang teman sekelasku) mendapat jatah belajar jam 2 dan terkadang jam 4 sore. Tak jarang, setiap kami mendapatkan jatah belajar jam 4 sore selalu kami temukan Bapak pulang dari Masjid melaksanakan shalat ashar berjama’ah.

Teman, ku rasa Kau pun tahu  betapa sulitnya pelajaran Matematika itu kan? Membuat rambutmu keriting dan dahimu berkerut. Tapi, entah mengapa kalau sudah Bapak yang menerangkan pelajaran, Matematika pun terasa begitu mudah dimengerti. Tak jarang kami pusing tujuh keliling dikarenakan soal-soal yang kami hadapi, dan bahkan  kami tidak bisa menjawabnya walaupun sudah didiskusikan bersama-sama. Namun,  sungguh sangat teramat mudah bagi sang Bapak menjawabnya. Ketika kami membutukhan berlembar-lembar kertas buram untuk menjawab satu soal dan tak menemukan jawaban yang tepat, maka beliau tak menggunakan selembar kertaspun untuk menemukan jawabannya. Bagaikan membalikkan telapak tangan atau mengedipkan mata mudahnya pelajaran Matematika bagi beliau.

Hm...
Teman, tidak hanya siswa-siswa SMA di sekolahku saja yang belajar sama beliau, namun siswa-siswa SMA lainnya pun juga les Matematika di tempat Bapak bahkan siswa-siswa dari SMA favorit di kotaku. Rumah beliau akan selalu padat mulai dari jam 2 sampai jam enam sore. Bahkan sampai jam 8 malampun masih ada siswa yang les dirumah beliau. Begitu padatnya agenda beliau, sang bapak tak pernah emsosi mengajar kami. Bahkan istimewanya lagi, setiap waktu shalat masuk, beliau selalu shalat tepat pada waktunya. Terkadang, jikalau tidak terlalu mendesak beliaupun pergi shalat ke masjid. Sebelum beliau pergi shalat, kami selalu diberi soal-soal. Setelah itu didiskusikan sekembalinya beliau dari masjid.

Tak hanya itu. Nampaknya sang bapak juga tak pernah sengaja menagih uang les kepada kami dengan cara mengingatkan kami untuk membayar uang les tiap bulannya. Tampak bagiku seolah-olah beliau berlelah-lelah mengajar bukanlah untuk mengharapkan uang dan pamrih. Namun agaknya kamipun tahu tentang kewajiban kami itu. Walaupun Bapak tak pernah menagih uang les kepada kami, kami tetap membayarkanya disetiap bulannya. 

Begitulah teman cerita mengenai guru Matematikaku. Diantara semua kebaikan yang terdapat pada diri sang Bapak ada dua hal yang mencuri perhatianku. Pertama, beliau selalu ikhlas dan tak pernah marah dalam mengajar. Kedua, beliau selalu mengusahakan shalat tepat pada waktunya.

Hingga suatu hari, pada saat-saat yang tidak diduga, seminggu setelah UAN. Aku mendapat berita bahwa bapak telah berpulang kepangkuan Nya. Tanpa pikir panjang, kami siswa beliau pergi kerumah bapak untuk menjenguk. Dan tahukah kau kawan, siapakah imamnya? ANAK beliau... dan tahukah kau... masjid (yang ukurannya yang besar itu) penuh oleh para siswa yang men-shalati beliau. Tak ada sedikitpun space yang tersisa. Ratusan... ya... lebih dari seratus orang yang men-shalati dan mengantarkan beliau ke pemakaman... SUBHANALLAH... betapa indah sekali akhir dari perjalanan hidup beliau. 

Sekarang, Beliau telah pergi untuk selamanya. Sungguh buah yang manis atas segala keikhlasannya dalam mengajar telah dipetiknya. Terimakasih Bapak, tak hanya belajar tentang Matematika yang ku dapat dari engkau. Namun tak kalah pentingya engkau telah mengajarkan akan arti keikhlasan dan kecintaan terhadap Sang pemilik ilmu. 
***
sumber gambar:  http://www.distancelearning.com/wp-content/uploads/2012/11/teachers.jpg

Kamis, 20 Desember 2012

Miss the sweet memory

Selamat pagi teman.

Hm...sekarang hari apa?

Jum'at ya?

Hehe... hari ini adalah hari pembagian Rapor adik bungsuku (emang penting gitu). Bagiku, momen ini mengingatkanku pada memori ketika aku masih mengenakan seragam putih-merah. Ketika pulang sekolah aku berlari-lari hendak menunjukkan kepada ayah dan ibu bahwa ada nilai 8 di raporku. memang janji ibu akan membeli nilai delapan yang ku peroleh. Kami, aku dan kakak ingin orangtua kami menjadi orang yang pertama melihat nilai bagus itu.

Oh...god... How I miss this sweet memory. 


Senin, 17 Desember 2012

Bake n Bake

Woke up in the middle of the night and suddenly found something delicious to be eaten. Hm...Yummy. No need to be asked who made this cake. No one else unless my Sister.  

At least she left me some pictures of her cake. From those pictures I know how the procedure she made it.

Let's check this out :)
                                                                                   1. Adonan dipanggang.













2. Bagian luar adonan yang sudah di lukis













3. Oleskan selai kacang dibagian dalam adonan. Tergantung selera, bisa juga selai cokelat, bluberry, atau keseluruan selai dicampur. Hm... pasti enak tuh.













4. Adonan yang sudah di olesi selai kemudian digulung.














5. Tara... Kue buatan Uni jadi deh :)















Alhamdulillah kuenya enak. hehe...