Kamis, 29 September 2011

TIME IS MONEY



Memang benar kata orang barat bahwa waktu itu adalah uang. Begitu juga dengan pepatah dari Negara Arab “ waktu adalah pedang”. Ketika kita melalaikan sedetik saja waktu yang di berikan Allah maka ia akan memotong urat leher kita. Begitu berharga nya waktu bagi mereka. Begitu juga firman Allah yang termaktub dalam surat al-asyr mengenai pentingnya waktu.  Sungguh berbeda dengan Negara kita, yang mengatakan “biar lambat asal selamat”. Ini lah yang tejadi pada kita saat ini,begitu juga hal nya diri ku pribadi. Begitu seringnya aku melalikan waktu sehingga pada saat ini, detik ini, aku menyadari berapa pentingnya sedetik waktu itu. Cerita nya berawal dari keterlambatan ku memasuki perkuliahan hari ini.

Begini ceritanya….
Ma’af sebelumnya…
Rasanya ku tak bisa untuk melanjutkannya, tapi ku harus mampu menuliskan pengalaman ini agar bisa menjadi pelajaran bagi diriku dan kita semua. Walau air mata mau jatuh, ah lebih baik ku tahan saja.Toh itu adalah kesalahan dan kelalaian ku. (hamba berlindung kepada mu ya Rabb, dari segalah kekurangan dan kelemahan hamba).

Mungkin aku terkesan agak manja ya? Maklum naluriku sebagia perempuan tidak bisa ku pungkiri. Entah mengapa air mata ku keluar saja, padahal belum ada sedikit pun cerita yang ku tulis mengenai pengalaman ku pagi ini.

Ok, just to the point..
Begini, hari ini Jum’at jam 07.00 pagi Aku ada kuliah Micro. Sebenarnya bukan jadwal dari KRs sih, tapi Dosennya menambah jadwal kulnya. Jadi bisa dibilang kita mengikuti perkuliahan yang sama dua kali dalam seminggu. Pagi tadi, jam tujuh teng teman ku me-SMS “sri, cepat, ibuk dah datang”. Ku gak tau harus bagaimana setelah mendapatkan SMS tersebut. Kucoba untuk tenang, berharap, dan berdo’a Dosen tersebut mengizinkan ku untuk masuk kelas walau terlambat sekitar 15 menit (pikir ku). Lagian kan masih pagi gini, teman2 pasti sedikit yang datang. Dosennnya nanti juga dengan berat hati akan mengizinkan ku untuk masuk kelas, karena pagi-pagi gini kan macet dan susah untuk mendapatkan angkot. Itu semua adalah pembenaran-pembenaran yang kubuat dalam pikiran ku sendiri. Ya bagiku (mulai saat ini) itu semua adalah pembenaran.
Setibanya dikampus. Ku beranikan diri ku untuk mengetok pintu lokal. Karena ku gak mau usaha ku untuk datang kekampus menjadi sia-sia.  Ketika pintu ku buka “ permisi buk, apakah saya diperkenankan masuk” kataku. Sang dosen langsung bercerita “kalian makin senior makin gak bisa menghargai waktu saja. Kita kan kuliah nya jam 07.00. Anda telat 15 menit. Bagaimana ini?? Bla…. Bla…” ku menyimpulkan sendiri bahwa maksud dosen yang bersangkutan “KAMU TIDAK BOLEH MASUK, SIAPA SURUH KAMU TELAT?” begitulah kira-kira maksud dosen tersebut yang sebenrnya.
Setelah mendengarkan ceramah dosen  tersebut, ku langsung surut dan balik kanan. Gak ada kata-kata yang bisa ku ucapkan. Mau menangis, kepada siapa? Toh ini juga kelalaian ku. Susah adapat angkot? Itu bukan alasan (mengapa perginya gak pagi-pagi jaum 06.00?). tugas belum selsesai, karena tugas lain juga banyak. (siapa suruh jadi orang yang gak bisa menghargai waktu, yang gak bisa memanfaatkan waktu). Semakin banyak ku membuat alasan mengenai kesalahan ku maka semakin tak bisa ku menghargai waktu.
Ya, sudahlah… ku tau kalau ku salaha… kalau tidak ada pelajaran seperti ini, aku tidak akan pernah bisa menghargai waktu ku.

Aku hanya berharap, agar nama ku tidak terpanggil oleh dosen yang bersangkutan. Karena kalau nama ku dipanggil otomatis nilai ku gak ada karena hari ini aku gak masuk. Aku juga berharap bahwa Dosen yang bersangkutan mema’fkan kesalahan ku sehingga beliau memberikan kesempatan kepada ku untuk tampil pada minggu depan. Aku sangat-sangat berharap. Perkenankanlah ya  Rabb…

Ya Rabb,,,
Ampuni lah hamba, begitu seringnya diri ini menyia-nyiakan  waktu yang kau berikan. Baik itu hamba sadari atau tidak. Hamba berlindung kepada mu ya Rabb, dari segala kelalaian dan kekhilafan hamba. Ya Rabb, bimbinglah hamba mu ini menjadi orang yang bisa memanfaatkan setiap detik waktu yang kau berikan. Amiin

Semoga pengalaman ku diatas bisa menjadi ibrah alias pelajaran bagi kita semua. Terkhususnya bagi diriku sendiri.

Tidak ada komentar: